Tuhanku, bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala ia lemah. Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut. Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan, rendah hati dan jujur dalam kemenangan.
Bentuklah putraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti, bahwa mengetahui serta mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.
Tuhanku, janganlah Kau bimbing putraku pada jalan yang mudah dan lunak. Biarlah Kau bawa ke dalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup. Bimbinglah putraku, agar dia mampu tegak berdiri di tengah badai, serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh.
Bentuklah putraku, menjadi manusia yang berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain.
Seorang manusia yang mampu meraih hari depan namun tak melupakan masa lampau. Dan setelah segala sesuatu yang ia inginkan menjadi miliknya, semoga putraku dilengkapi hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh-sungguh namun jangan sekali-kali berlebihan.
Berikan kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan, dan keagungan yang hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya, sehingga aku, orang tuanya, akan berani berkata : "hidupku tidaklah sia-sia."
Douglas MacArthur, Ditulis pada masa-masa paling sulit di awal Perang Pasifik.
Wednesday, December 10, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment